|
Pemakaian |
Contoh |
| Menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. | Disamping cara lama ju- ga cara yang baru.
|
| Suku kata berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung/pangkal baris. | 1. Saya sedang memandangi a- wan. (SALAH)
2. Saya sedang memandangi awan. (BENAR) |
| Menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris | Kini ada cara yang baru untuk meng- ukur panas.
Kukuran baru ini memudahkan kita me- ngukur kelapa. Senjata ini merupakan alat pertahan- an yang canggih. |
| Menyambung unsur-unsur kata ulang.
Angka 2 hanya dipakai untuk tulisan cepat saja. |
Anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan. |
| Menyambung huruf kta yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggalnya. | p-a-n-i-t-i-a
17-8-1974 |
| Boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata. | Ber-evolusi, dua puluh lima-ribuan (20 x 5000)
Bandingkan dengan: Be-revolusi, dua-puluh lima ribuan (1 x 25000)
|
| Merangkaikan (i) se dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (ii) ke dengan angka, (iii) angka dengan an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan, dan (v) nama jabatan rangkap. | Se-Indonesia, hadiah ke-1, tahun 50-an, mem-PHK-kan, hari-H, Sinar-X, Menteri-Sekretaris Negara |
| Merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. | di-smash, pen-tackle-an |